Cerpen Tetangga yang Berisik

Cerpen Tetangga yang Berisik - Rustam menyibak gorden kamar. Dia mengintip keluar. Tangannya bergetar dan napasnya tertahan. “Kalian punya Ibu?” pekik Apa Nu, “Ibuku sedang sakit! Kalian punya otak?”Kegeraman Apa Nu diselingin siraman seember air ke kamar yang ditempati Rustam.“Berkali-kali...

Cerpen Baju Baru untuk Putriku

Lebaran kian dekat. Rasa haru dan suka cita membuncah dalam dada. Satu-satunya yang kupikirkan saat ini: Bagaimana caranya agar kedua putriku mendapatkan baju baru, seperti juga anak-anak yang lain. Bagi sebagian orang mungkin mudah, tapi bagiku tidak demikian. Laura, istri mudaku, belum tentu setuju aku membeli baju untuk kedua putriku. Sejak...

Cerpen Malem Diwa

Malem Diwa bukanlah pendekar, bukan juga suami dari seorang Putroe Bungsu. Ia hanya pemuda biasa. Seorang abang dari lima orang adiknya yang yatim, seorang aktivis ketika masih kuliah dulu, seorang pengurus remaja mesjid di kampungnya, dan seorang penganggur setelah menamatkan kuliahnya. Belakangan, Malem Diwa juga sempat diisukan gila di kampungnya. Begitulah...

Cerpen Meugang

BULAN madu ini begitu indah. Aku baru saja menikah sepekan lalu. Kini, memasuki Minggu kedua. Aku bersama istri menghabiskan bulan madu di areal perkebunan milik mertua. Menanam padi pagi hari, dan membawa sapi pulang ke kandang saat senja mulai temaram. Semua berlangsung normal. Indah. Mertuaku melarang aku bekerja di Minggu awal kami menikah. Katanya,...

Cerpen Dukun Buang Jin

Beberapa bungkusan tergantung di pohon asan (angsana) besar itu. Terikat pada cabang setinggi orang dewasa berdiri. Entah apa isi bungkusan berbalut kain putih sebesar bola kaki tersebut. Kontras dengan tali penggantung dari ijuk berwarna hitam yang tersimpul rapi, pertanda benda itu sengaja dibuat dan digantung di pohon asan kebun itu. Tidak seorangpun...

Cerpen Nurbaya

Cerpen Karya Aneuk Aceh - Tiga hari sudah anak muda itu bermurung muka. Tak lazim, binar matanya yang selalu terang itu kini redup tak menyala. Lesu, tak bergairah. Perubahan itu menjadi tanda tanya besar sahabat-sahabatnya, sebab selama ini dialah yang selalu menjadi mortir penyemangat di antara sepuluh mahasiswa yang ditugaskan di gampoeng terpencil...