Tampilkan postingan dengan label Karya - Ineng Listiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya - Ineng Listiana. Tampilkan semua postingan

Bayang-bayang Tragedi

Dia selalu memandang dengan mata menerawang, meskipun sedang berbicara langsung dengan orang lain. Dalam matanya terpancar kesedihan, ingatan akan masa lalu, kerinduan akan seseorang yang bercampur menjadi satu. Aku terkadang mengobrol dengannya ketika kami sebagai sesama ibu rumah tangga berjalan-jalan sore di kompleks perumahan kami sambil mengawasi anak-anak balita masing-masing

Dia sebenarnya cantik dengan hidung mancung dan mata lebar terpasang dengan baik pada wajah Acehnya. Di kota ini aku jarang menemui orang dari negeri di ujung Pulau Sumatra itu. Dia tetangga baru yang pindah satu bulan ini. Suaminya sering pindah tugas seperti suamiku.